News

AS Pertimbangkan Batalkan Penjualan Rudal Tomahawk ke Jerman

Washington (KABARIN) - Departemen Perang Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk membatalkan rencana penjualan rudal Tomahawk kepada Jerman. Langkah tersebut disebut dipicu oleh kekhawatiran terhadap potensi respons Rusia serta menurunnya stok rudal milik AS setelah operasi militer terhadap Iran.

Menurut laporan Politico yang mengutip sejumlah pejabat, pemerintah AS menilai penjualan sistem persenjataan jarak jauh itu perlu ditinjau ulang di tengah perubahan situasi keamanan dan kebutuhan pertahanan domestik.

Selain isu persediaan rudal, laporan tersebut juga menyoroti ketidakpastian terkait rencana pengerahan sekitar 5.000 personel militer AS ke Jerman. Pasukan itu sebelumnya dijadwalkan ditempatkan di negara Eropa tersebut, namun hingga kini Pentagon belum memberikan kejelasan mengenai kelanjutan rencana tersebut.

Politico melaporkan bahwa pengerahan pasukan dibatalkan setelah muncul perselisihan antara Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Di sisi lain, Jerman disebut menghadapi kekhawatiran mengenai kemampuan pertahanannya sendiri. Berkurangnya kehadiran militer AS di Eropa dinilai dapat mempercepat kebutuhan negara-negara Eropa untuk memperkuat kapasitas pertahanan secara mandiri.

Namun, laporan itu menyebut industri pertahanan Eropa saat ini masih menghadapi tantangan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dalam waktu singkat, sehingga berpotensi menciptakan kesenjangan kemampuan militer di kawasan.

Jika pembatalan penjualan Tomahawk benar-benar dilakukan, keputusan itu dapat menjadi sinyal perubahan pendekatan AS terhadap dukungan pertahanan bagi sekutu-sekutunya di Eropa, di tengah dinamika keamanan global yang terus berkembang.

Penerjemah: Katriana
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: